Rabu, 03 Mei 2017

X.Iman Kepada Para Rasul-Nya

Ahlussunnah wal Jama’ah mengimani dan berakidah dengan pasti bahwa Allah Yang Mahasuci telah mengutus kepada hamba-hamba-Nya rosul-rosul sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, sebagai para penyeru kepada Agama yang hak, untuk memberikan petunjuk kepada manusia, dan mengeluarkan mereka dari kegelapankegelapan menuju cahaya, dakwah mereka waktu itu adalah menyelamatkan manusia dari kesyirikan dan penyembahan berhala, mensucikan masyarakat dari kebiadaban dan kerusakan. Dan bahwa mereka telah menyampaikan pesan, menunaikan amanah, menasehati ummat, dan berjuang di jalan Allah dengan sungguh-sungguh.
Dan sungguh mereka telah datang dengan membawa mukjizat-mukjizat yang nyata yang menunjukkan bahwa mereka itu benar. Siapa saja yang kafir terhadap salah satu dari mereka; maka sungguh dia telah kafir kepada Allah Yang Maha tinggi, dan kafir terhadap seluruh rosul ‘alaihimussalaam.





Allah telah mengutus para Rasul dan Nabi yang sangat banyak, di antara mereka ada yang Allah sebutkan kepada kita dalam kitab-Nya ataupun melalui lisan Nabi-Nya صلى الله عليه وسلم.



Nama-nama mereka yang tersebut dalam al-Qur-anul Karim ada 25 Rasul dan Nabi, yaitu Adam (bapak semua manusia), Idris, Nuh (Rasul yang pertama), Hud, Shalih, Ibrahim, Luth, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Syua’ib, Ayyub, Dzul Kifli, Musa, Harun, Dawud, Sulaiman, Ilyas, al-Yasa’, Yunus, Zakariya, Yahya, ‘Isa, dan Muhammad sebagai penutup para Nabi dan Rasul shalawaatullaahi wa salaamuhu ‘alaihim ajma’iin.




Allah Ta’ala telah memuliakan sebagian para Nabi dan Rasul atas sebagian lainnya. Kaum Muslimin telah sepakat bahwa para Rasul itu lebih utama daripada para Nabi. Setelah itu Rasul pun bertingkat-tingkat derajat keutamaannya. Di antara para Rasul dan Nabi yang paling utama adalah Ulul ‘Azmi, mereka ada lima yaitu Muhammad, Nuh, Ibrahim, Musa, dan ‘Isa shalawaatullahi wa salaamuhu’alaihim ajma’iin.




Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani mereka seluruhnya baik yang disebut oleh Allah maupun tidak, dari yang pertama, yaitu Adam AS sampai Nabi terakhir, penutup, dan termulia, yaitu Muhammad bin ‘Abdullah shalawaatullaahi ‘alaihim ajma’iin.




Beriman kepada seluruh Rasul berarti beriman secara global, sedangkan beriman kepada Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم harus dengan keimanan yang rinci, yang menuntut ummatnya untuk ittiba’ mengikutinya dengan apa yang beliau bawa scara rinci.





· Muhammad Adalah Rasulullah صلى الله عليه وسلم


Beliau adalah Abul Qasim Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul Muththalib bin Hasyim bin ‘Abdil Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu-ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan dari anak Nabi Ismail bin Ibrahim – ‘ala nabiyyina wa‘alaihimas salaam (semoga salam terlimpah kepada Nabi kita dan kepada keduanya).






Beliau sebagai penutup para Nabi dan Rasul. Beliau adalah Rasulullah (utusan Allah) kepada semua manusia. Beliau seorang hamba yang tidak berhak diibadahi dan Rasul yang tidak boleh didustakan. Beliau adalah sebaik-baik makhluk, yang paling utama dan paling mulia di antara mereka di sisi Allah Ta’ala, paling tinggi derajatnya serta paling dekat kedudukannya di sisi Allah. Beliau diutus kepada manusia dan jin dengan membawa agama yang haq dan petunjuk. Allah mengutusnya sebagai rahmat bagi alam semesta.






Allah menurunkan al-Qur-an kepadanya, Dia memberikan amanah atas agama-Nya, dan Dia memberikan tugas untuk menyampaikan risalah-Nya. Sungguh, Allah telah memeliharanya dari kesalahan dalam menyampaikan risalah-Nya.






Maka tidak sah iman seorang hamba hingga ia beriman dengan kerasulannya dan bersaksi atas kenabiannya. Barang siapa taat kepadanya, ia akan masuk Surga, dan sebalikna, barang siapa durhaka kepadanya, maka pasti ia masuk Neraka.






Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani bahwa Allah Ta’ala menguatkan Nabi-Nya صلى الله عليه وسلم dengan mukjizat yang nyata dan ayat-ayat yang terang :


· Di antara mukjizat-mukjizat tersebut yang paling agung adalah al-Quran, yang Allah menantang orang-orang (Arab) yang paling fasih, ahli balaghah (sastra Arab), dan yang paling pandai berbicara.


· Mukjizat yang paling besar – setelah al-Qur-an – adalah Allah menguatkan Nabi-Nya صلى الله عليه وسلمdengan mukjizat Isra’ Mi’raj.






Maka Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani bahwa Nabi صلى الله عليه وسلمdinaikkan ke langit dalam keadaan sadar dengan ruhnya dan jasadnya, yang hal tersebut terjadi ketika malam Isra’. Dan beliau telah diperjalankan pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha (Palestina) berdasarkan nash al-Qur-an.


Kemudian, beliau صلى الله عليه وسلم dinaikkan ke langit. Beliau naik sampai langit ketujuh kemudian setelah itu berada di sisi tempat yang Dia kehendaki, yaitu Sidratul Muntaha, dan di dekatnya ada Surga tempat tinggal (bagi kaum Mukminin kelak).






Allah memuliakan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dengan apa yang Dia kehendaki, mewahyukan kepadanya, berbicara dengannya, dan mensyari’atkan shalat lima waktu dalam sehari semalam. Beliau memasuki Surga dan melihat apa yang ada di dalamnya, melihat Neraka, melihat Malaikat, dan melihat Jibril dalam bentuk aslinya sebagaimana yang diciptakan oleh Allah. Hati Nabi صلى الله عليه وسل tidak bisa membohongi terhadap apa yang beliau lihat, bahkan apa yang beliau lihat adalah benar-benar dengan kedua matanya. Hal tersebut sebagai tanda keagungan dan kemuliaan beliau di atas seluruh para Nabi. Hal tersebut juga untuk menunjukkan tingginya kedudukan beliau صلى الله عليه وسلم di atas seluruh para Nabi.


Kemudian, beliau singgah di Baitul Maqdis, shalat berjamaah bersama para Nabi sebagai imam, lalu kembali ke Makkah sebelum fajar.

 

Di antara mukjizat beliau صلى الله عليه وسلم juga berupa :


· Terbelahnya bulan. Ini merupakan tanda kenabian yang agung, yang Allah telah berikan kepada Nabi-Nya صلى الله عليه وسلمsebagai bukti atas kenabian beliau. Hal itu terjadi di Makkah ketika kaum musyrikin memintanya sebagai bukti atas kenabian beliau.




· Memperbanyak makanan. Sungguh, hal ini terjadi dari beliau صلى الله عليه وسلم lebih dari satu kali.





· Memperbanyak air dan air bercucuran dari jari-jari tangan beliau yang mulia. Selain itu makanan tersebut bertasbih kepada beliau ketika hendak dimakan. Hal tersebut sering terjadi pada diri Rasulullah .صلى الله عليه وسلم





· Menyembuhkan orang sakit dan sebagian para Sahabatnya melalui tangan beliau صلى الله عليه وسلم tanpa obat.





· Hewan (bersikap) sopan di hadapan beliau, patuhnya pepohonan kepadanya, dan ucapan salam dari batu-batu kepada beliau صلى الله عليه وسلم





· Balasan yang disegerakan kepada sebagian orang-orang yang mengkhianati dan menantang beliau صلى الله عليه وسلم





· Beliau menyampaikan kabar tentang sebagian perkara yang ghaib dan perkara yang baru saja terjadi di tempat jauh. Beliau juga menyampaikan kabar tentang perkara yang ghaib yang belum terjadi, kemudian hal tersebut terjadi setelah itu, sebagaimana yang beliau صلى الله عليه وسلم kabarkan.





· Dikabulkan do’a beliau صلى الله عليه وسلمsecara umum.





· Allah menjaga beliau صلى الله عليه وسلم dari gangguan para musuh. Abu Hurairah RA meriwayatkan, seraya berkata: ‚Abu Jahal berkata: ‘Apakah Muhammad menyembunyikan wajahnya di hadapan kalian?’ Dijawab: ‘Ya!’ Abu Jahal berkata lagi: ‘Demi Latta dan Uzza, seandainya aku melihat Muhammad berbuat semacam itu, pasti akan aku injak lehernya atau akan aku kotori wajahnya dengan tanah.
’ Abu Hurairah RA berkata: ‘Maka Abu Jahal mendatangi Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Ketika itu beliau sedang shalat, lalu dia ingin menginjak lehar beliau.’ Abu Hurairah RA




berkata: ‘Maka tidaklah Abu Jahal mendatangi beliau dengan tiba-tiba, melainkan dia segera kembali mundur dan berlindung dengan kedua tangannya.’ Perawi berkata: ‘Abu Jahal ditanya, ‘Apa yang terjadi pada dirimu?’ Abu Jahal menjawab: ‘Sesungguhnya di antara aku dan dia ada

parit dari api, sesuatu yang menakutkan dan sayap-sayap (Malaikat).’‛ Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Seandainya dia (Abu Jahal) mendekatiku, pasti Malaikat akan


menyambar satu demi satu organ (tubuhnya)." (HR. Muslim).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar