Ahlussunnah wal Jama’ah berakidah dan beriman kepada hari Akhir, maknanya: Akidah (keyakinan) yang pasti, dan membenarkan secara sempurna; terhadap hari Kiamat, dan mengimani segala apa yang diberitakan oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung di dalam kitab-Nya yang mulia, dan apa yang diberitakan oleh Rosul-Nya yang terpercaya (Al-Amin) shollAllahu ‘alaihi wasallam berupa hal-hal yang akan terjadi setelah kematian, hingga penduduk surga masuk ke surga, dan penduduk neraka masuk ke neraka.
Ahlus Sunnah wal Jama’ah beriman bahwa ilmu tentang waktu terjadinya hari Kiamat hanya pada Allah Ta’ala, tidak ada seorang pun yang mengetahuinya, kecuali Dia.
Allah Ta’ala berfirman (Yang Artinya):
"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat"
(Luqman: 34)
Allah telah merahasiakan waktu terjadinya hari Kimat kepada hamba-Nya, tetapi Dia memberikan tanda-tanda yang menunjukkan dekatnya kejadian tersebut. Ahlus Sunnah wal Jama’ah beriman kepada segala hal yang akan terjadi dari tanda-tanda hari Kiamat itu, baik tanda-tanda shughra (kecil) maupun kubra (besar). Tanda-tanda tersebut sebagai isyarat akan terjadinya hari Kiamat, dan beriman terhadapnya termasuk dalam cakupan iman kepada hari Akhir.
a. Tanda-tanda kecil hari Kiamat
Yaitu tanda-tanda yang munculnya sebelum hari Kiamat dengan kurun waktu yang cukup panjang; kadang pula sebagian tandanya muncul bersamaan dengan tanda-tanda kubra (besar). Tanda-tanda Kiamat kecil banyak sekali dan sekarang akan kami sebutkan sebagian yang shahih, di antaranya:
* Diutusnya Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, ditutupnya kenabian dan risalah dengannya, meninggalnya beliau صلى الله عليه وسلم, ditaklukkannya Baitul Maqdis, munculnya banyak fitnah, ummat Islam mengikuti tata cara ummat terdahulu dari orang Yahudi dan Nasrani, munculnya para dajjal (para pembohong) dan orang-orang yang mengaku sebagai Nabi.
* Pemalsuan hadits-hadits dengan mengatasnamakan Rasulullah ,صلى الله عليه وسلم penolakan sunnahnya, banyak kebohongan, tidak hati-hati dalam menukil kabar, miskin ilmu, menuntut ilmu dari orang yang tidak berilmu (bukan ahlinya), menyebarnya kebodohan dan kerusakan, meninggalnya orang-orang shalih, terkikisnya sendi-sendi Islam, sedikit demi sedikit, dan semua ummat mengerumuni ummat Muhammad صلى الله عليه وسلم kemudian Islam dan pemeluknya dianggap asing.
* Banyak terjadi pembunuhan, berharap mati karena musibah yang dahsyat, ghibthah (keinginan agar dirinya seperti) orang-orang yang sudah mati dan berandai-andai, andaikan ia sudah mati, karena dahsyatnya malapetaka (yang dia hadapi), banyak orang yang meninggal tiba-tiba, meninggal karena gempa bumi dan penyakit, jumlah laki-laki sedikit, jumlah wanita banyak, munculnya para wanita dengan berpakaian tetapi telanjang, menyebarnya prostitusi di jalanjalan,
dan munculnya pendukung orang-orang zhalim dari kalangan petugas keamanan yang mendera manusia.
* Munculnya alat-alat musik, arak, perzinaan, riba, pemakaian sutera dan menganggap hal tersebut halal (bagi laki-laki), serta terbenamnya salah satu bagian bumi dengan segala yang ada di atasnya, munculnya perubahan bentuk (tubuh) dan merajalelanya fitnah.
* Disia-siakannya amanah menyerahkan suatu perkara kepada yang bukan ahlinya, kepemimpinan dikuasai oleh orang-orang hina, diangkatnya orang-orang yang hina daripada orang-orang yang baik, seorang hamba sahaya wanita melahirkan tuannya, bermegah-megahan
dalam bangunan, manusia berbangga-bangga dengan dekorasi masjid, berubahnya zaman sehingga berhala disembah, dan merajalelanya kesyirikan di tengah ummat manusia.
* Memberikan salam hanya kepada orang-orang yang dikenal saja, banyaknya perniagaan, pasar-pasar yang saling berdekatan, kekayaan yang melimpah di tangan manusia tetapi tidak bersyukur, menyebarkan kekikiran, banyaknya persaksian palsu, menyembunyikan persaksian
yang benar, munculnya perbuatan keji, saling berselisih, saling membenci, bertengkar, memutus tali persaudaraan, dan perlakukan yang jelek terhadap tetangga.
* Waktu semakin terasa cepat, sedikitnya keberkahan dalam waktu, bulan sabit menggelembung, terjadinya fitanh seperti bagian malam yang gelap gulita, terjadinya permusuhan di antara manusia, meremehkan sunnah-sunnah yang telah ditekankan oelh Islam, dan orang tua menyerupai anak muda.
* Binatang buas dan benda-benda mati dapat berbicara kepada manusia, surutnya air Sungai Eufrat karena munculnya gunung emas, dan benarnya mimpi seorang Mukmin.
* Apa yang terjadi di kota Madinah Nabawiyah ketika ia menolak kejelekan, maka tidak akan tinggal di Madinah, kecuali orang-orang yang bertakwa lagi shalih, kembalinya Jazirah Arab menjadi daerah yang subur dan banyaknya sungai yang mengalir, dan keluarnya seorang laki-laki dari suku Qahthan.
* Banyaknya orang-orang Romawi yang dipatuhi banyak orang dan peperangan mereka terhadap kaum Muslimin, juga peperangan kaum Muslimin terhadap orang Yahudi sehingga bebatuan dan tumbuh tumbuhan berkata:
* Penaklukan kota Romawi seperti ditaklukkannya kota Konstantinopel (Istanbul, Turki) dan tanda-tanda Kiamat kecil lainnya yang terdapat dalam hadits-hadits shahih.
b. Tanda-tanda besar hari Kiamat
Tanda-tanda ini yang menunjukkan dekatnya kejadian hari Kiamat. Jika sudah tampak, hari Kiamat tidak lama lagi akan terjadi. Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani hal itu, seperti yang telah dijelaskan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم,
diantaranya:
* Munculnya Imam Mahdi, dia adalah Muhammad bin ‘Abdullah dari keturunan Ahlul Bait Rasulullah صلى الله عليه وسلم, dia keluar dari arah timur dan berkuasa selama tujuh tahun. Bumi akan diliputi dengan keadilan setelah sebelumnya dipenuhi kezhaliman dan kejahatan. Di saat itu ummat akan merasakan kenikmatan yang luar biasa. Bumi akan mengeluarkan tumbuhan-tumbuhan, langit menurunkan hujan dan kekayaan melimpah-ruah.
* Keluarnya al-Masih ad-Dajjal, turunnya Nabi ‘Isa bin Maryam AS pada Menara Putih di bagian timur Damaskus Syam. Beliau turun sebagai hakim yang memutuskan dan menjalankan syari’at Muhammad ,صلى الله عليه وسلم dia akan membunuh Dajjal, dan berkuasa di muka bumi dengan syari’at Islam. Turunnya Nabi ‘Isa di tengah kelompok yang didukung Allah, yang berperang di jalan kebenaran. Mereka akan berkumpul untuk memerangi Dajjal. Nabi ‘Isa akan turun pada saat iqamah shalat (Shubuh) dikumandangkan dan beliau shalat di belakang pemimpin kelompok tersebut.
* Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj. Selain itu, terjadi tiga peristiwa:
terbenamnya salah satu bagian bumi yaitu timur, di barat, dan di Jazirah Arab; keluarnya asap tebal; terbitnya matahari dari arah barat; keluarnya binatang melata dari bumi dan berbicara dengan manusia; serta keluarnya api yang mengumpulkan manusia.
Ahlus Sunnah wal Jama’ah beriman kepada segala sesuatu yang terjadi dari seluruh perkara yang ghaib setelah kematian dari sumber yang telah dikabarkan oleh Allah dan Rasul-Nya صلى الله عليه وسلم, baik yang meliputi sakaratul maut, hadirnya Malaikat Maut, gembiranya orang Mukmin karena akan bertemu dengan Rabbnya, hadirnya syaitan ketika kematian, tidak diterimanya iman orang kafir ketika mati, adzab kubur dan fitnah di sisi Rabb mereka dalam keadaan diberikan rizki, dan ruh orang yang berbahagia diberi nikmat sedang ruh orang yang celaka diberi adzab.
Ahlus Sunnah juga mengimani hari Kiamat kubra ketika Allah akan menghidupkan orang-orang yang sudah mati dan membangkitkan mereka dari kuburnya kemudian Dia menghisabnya.
Ahlus Sunnah mengimani pula adanya tiupun sangkakal sebanyak tiga tiupan, yaitu:
Pertama: Tiupan yang mengejutkan dan menakutkan.
Kedua: Tiupan kematian yang dengan tiupan tersebut alam tampak berubah dan aturannya berbeda. Saat itulah akan terjadi kehancuran dan kematian. Saat itu juga terjadinya kebinasaan bagi makhluk yang telah Allah tentukan kebinasaannya.
Ketiga: Tiupan kebangkitan untuk menghadap kepada Rabb semesta alam.
Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani adanya kebangkitan. Allah akan membangkitkan mayat-mayat dari dalam kubur, maka bangkitlah semua manusia untuk menghadap Rabb semesta alam dengan tanpa alas kaki, telanjang, dan tidak dikhitan. Matahari dekat dengan mereka; di antara mereka ada yang peluhnya bercucuran sampai ke mulutnya. Orang yang pertama kali dibangkitkan dari bumi adalah Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم
Pada hari yang besar itulah manusia keluar dari kuburnya; mereka seperti belalang yang bertebaran, mereka datang dengan cepat kepada Sang Penyeru itu. Semuanya terdiam tak bergerak ketika ditebarkan kitab catatan amal. Maka akan terlihat semua yang tersembunyi, tampaklah segala yang tertutup, dan terbukalah kejelekan yang tersimpan dalam hati. Allah akan berbicara langsung dengan manusia pada hari Kiamat; tidak ada penerjemah antara Allah dan mereka. Pada hari itu manusia dipanggil dengan nama mereka dan nama ayahnya.
Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani al-Mizan (timbangan) yang
mempunyai dua piringan neraca, yang dengannya perbuatan manusia ditimbang.
Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani tentang pembagian kitab catatan amal. Ada orang yang mengambil kitab catatan amalnya dengan tangan kanan dan ada pula yang mengambil kitab catatan amalnya dengan tangan kiri atau dari belakang punggunnya.
Adapun Shirath (jalan) akan dibentangkan di tengah-tengah Neraka
Jahannam. Orang yang baik akan dapat melaluinya dengan selamat,
sedangkan orang yang jahat akan tergelincir ke dalam api Neraka.
Surga dan Neraka telah tercipta dan telah ada wujudnya, tidak akan musnah selamanya. Surga adalah tempat orang-orang yang beriman,
bertauhid, dan bertakwa; sedangkan Neraka adalah tempat orang-orang kafir, termasuk orang-orang musyrik, Yahudi, Nasrani, munafik, penyembah berhala, dan orang-orang yang berdosa.
Surga dan Neraka tidak akan musnah selama-lamanya. Allah telah
menciptakan keduanya sebelum menciptakan manusia.
Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani bahwa ummat Muhammad صلى الله عليه وسلم adalah yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat dan pertama kali masuk Surga daripada ummat-ummat lain. Jumlah mereka adalah setengah penghuni Surga. Di antara mereka ada tujuh puluh ribu orang yang memasukinya tanpa hisab.
Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani bahwa orang yang bertauhid
(kepada Allah) tidak akan kekal sebagai penghuni Neraka. Mereka masuk Neraka disebabkan kemaksiatan yang mereka lakukan selain perbuatan syirik kepada Allah Ta’ala, sedangkan orang-orang musyrik berada kekal abadi di Neraka dan tidak akan keluar dari Neraka selama-lamanya.Wal’iyadzu billah.
Ahlus Sunnah juga mengimani adalanya al-Haudh (telaga) yang diperuntukkan bagi Nabi kita صلى الله عليه وسلم di hari Kiamat, airnya berwarna leibh putih dairpada susu, rasanya lebih manis daripada madu, aromanya lebih harum daripada minyak kesturi, jumlah benjananya sebanyak bintangbintang di langit, serta panjang perjalanan sebulan. Barang siapa yang meminum seteguk air darinya, dia tidak akan dahaga untuk selamanya. Yang demikian itu diharamkan bagi orang yang berbuat bid’ah dalam agama.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda (Yang Artinya) :
"Telagaku seluas perjalanan sebulan. Warna airnya lebih putih daripada susu, aromanya lebih haruh daripada aroma minyak kesturi, dan bejananya sejumlah bintang-bintang di langit. Barang siapa minum darinya, maka tidak akan merasa dahaga selamanya." (HR. Al-Bukhari)
Beliau juga bersabda (Yang artinya) :
"Sesungguhnya aku adalah orang yang mendahului ke telega. Barang siapa melewatiku, pasti dia meminumnya. Barang siapa meminumnya, pasti tidak akan merasa dahaga selamanya. Beberapa kaum pasti akan datang kepadaku, aku mengetahui mereka dan merekapun mengetahui aku, kemudian dihalangi antara aku dan mereka." Dalam riwayat lain: "Maka aku (Rasulullah) bersabda: ‘Sesungguhnya mereka itu termasuk ummatku."" Lalu dikatakan: "Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan (dalam agama ini) setelah engkau (Rasulullah)."
Maka aku katakan: "Menjauhlah! Menjauhlah! Bagi orang yang mengubah (ajaran agama) setelahku."" (HR. Al-Bukhari)
Syafa’at dan al-maqam al-mahmud (kedudukan terpuji) diperuntukkan bagi Nabi kita Muhammad bin ‘Abdullah صلى الله عليه وسلم pada hari Kiamat.
Syafa’at beliau صلى الله عليه وسلم yaitu:
* Syafa’at untuk ummat manusia di al-mauqif (tempat dikumpulkannya ummat manusia di Padang Mahsyar) agar diberi keputusan hukum diantara mereka, yaitu yang disebut maqam mahmud (kedudukan terpuji).
* Syafa’at untuk ahli Surga agar mereka masuk Surga, sedang Rasulullah صلى الله عليه وسل adalah orang yang pertama kali memasukinya.
* Syafa’at untuk pamannya, Abu Thalib, agar diringankan adzabnya. Ketiga syafa’at ini khusus untuk Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, tidak ada seorang pun yang memilikinya selain beliau.
* Syafa’at beliau صلى الله عليه وسلم untuk mengangkat derajat sebagian ummatnya yang memasuki Surga ke derajat yang lebih tinggi.
* Syafa’at beliau صلى الله عليه وسلم bagi segolongan dari ummatnya untuk memasuki Surga tanpa hisab.
* Syafa’at beliau صلى الله عليه وسلم untuk beberapa kaum yang antara kebaikan dan kejahatannya sebanding, maka beliau meberikan syafa’atnya kepada mereka agar masuk Surga. Syafa’at beliau untuk beberapa kaum lainnya yang mereka telah diputuskan masuk ke Neraka, namun karena syafa’at beliau meraka tidak jadi memasukinya.
Syafa’at beliau untuk mengeluarkan dari Neraka orang-orang ahli maksiat yang bertauhid. Maka beliau memberikan syafa’atnya kepada mereka sehingga mereka masuk Surga.
Macam sayfa’at terakhir ini juga dapat dilakukan oleh para Malaikat,
Nabi, syuhada, shiddiqun (orang-orang yang teguh memegang kebenaran), shalihin, dan kaum Mukminin. Kemudian Allah Ta’ala mengeluarkan beberapa kaum dari Neraka tanpa melalui syafa’at, akan tetapi berkat karunia dan rahmat-Nya.
Amalan orang Mukmin pada hari Kiamat juga menjadi syafa’at baginya, sebagaimana yang dikabarkan Nabi صلى الله عليه وسلم tentang hal itu, seraya bersabda (yang artinya) :
"Puasa dan al-Qur-an akan memberikan syafa’at bagi seseorang pada hari Kiamat."
Pada hari Kiamat, kematian akan didatangkan lalu disembelih seperti yang telah dikabarkan Nabi :صلى الله عليه وسلم
"Jika penghuni Surga telah masuk Surga dan penghuni Neraka telah masuk Neraka, akan didatangkan kematian sehingga diletakkan di antara Surga dan Neraka. Kemudian, kematian itu disembelih. Setelah itu, ada seorang yang menyeru: ‘Hai, penghuni Surga, tidak ada kematian (setelah ini)! Hai, penghuni Neraka, tidak ada kematian (setelah ini)!’ Maka dari itu penghuni Surga bertambah gembira, sedangkan penghuni Neraka bertambah sedih." (HR. Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar