Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
"Setiap kemaksiatan yang karenanya engkau mencela saudaramu, maka kemaksiatan itu (dosanya) akan kembali kepadamu".
Kemudian beliau rahimahullah berkata,
"Sesungguhnya celaanmu terhadap saudaramu (karena dosa yang dilakukannya), itu lebih besar dosanya daripada dosa yang dilakukan oleh saudaramu dan lebih dahsyat kemaksiatannya, karena terkandung padanya (anggapan bahwa dirimu memiliki) kehebatan untuk melakukan ketaatan, penyucian diri, serta pujian atas dirimu sendiri dan anggapan bahwa dirimu terbebas dari dosa, dalam keadaan (kamu memandang) saudaramu kembali dengan memikul dosa-dosa.
Mungkin saja penyesalan saudaramu atas dosa-dosanya dan segala yang terlahir dari dosa-dosa tersebut seperti : rasa hina, ketundukan, kecaman atas dirinya sendiri, dan selamatnya dia dari penyakit ingin diakui, sombong serta bangga diri dan (ditambah lagi) dengan dia senantiasa mengahadap kepada Allah dengan kepala yang tertunduk, pandangannya yang khusyu, dan hatinya yang luluh lantah (itu semua) adalah lebih bermanfaat dibandingkan dengan kehebatanmu untuk melakukan ketaatan, upaya kerasmu memperbanyak ketaatan, rasa banggamu dengan ketaatan, dan anggapanmu bahwa dirimu telah memberikan nikmat kepada Allah dan makhluknya dengan ketaatan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar