Kamis, 30 Desember 2010

KRISIS GLOBAL

”Krisis global” Tema besar untuk dunia saat ini, banyak persoalan-persoalan krusial yang melibas dan melintasi dimensi kemanusiaan. Jutaan masyarakat miskin seolah nasibnya digantungkan pada gonjang-ganjing global, seperti naiknya harga BBM dan masalah ketahanan pangan. Hal ini pun menjadi ancaman serius Negara-negara di dunia, terutama Negara berkembang.

Kenaikan harga BBM pada level US$ 120/barel yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah disatu sisi, dan disisi lain kita menyaksikan kenyataan antrian masyarakat atas kebutuhan minyak tanah, serta lemahnya daya beli masyarakat atas kebutuhan dasarnya merupakan kenyataan yang harus dihadapi saat ini, termasuk Indonesia.

Selain faktor-faktor global yang harus diantisipasi, akan tetapi juga system dan konsep pembangunan dimasing-masing Negara juga perlu diperbaiki. Apa yang dialami Indonesia pada tahun 1997, krisis multidimensi yang tidak terbendung merupakan konsekuensi logis dari penerapan system pertumbuhan ekonomi yang dijalankan. Ditambah lagi krisis ekologi yang sampai saat ini berlangsung seolah menggambarkan kebobrokan system dan pengelolaan Negara terhadap sumber daya alamnya.

Keadaan ini mau tidak mau akan selalu memunculkan sentiment regional, kritik dan keresahan social akan selalu menantang perbaikan-perbaikan kedepan. Akan tetapi, reformasi yang didengungkan sampai saat ini belum juga memberikan perbaikan yang signifikan terhadap masalah bangsa. Justru malah mengembalikan dan melanggengkan pada persoalan-persoalan klasik seperti diatas.

Yang tidak terelakan lagi adalah kapitalisme internasional saat ini telah mencengkram kuat, mendominasi dan mengendalikan Negara-negara didunia.Kapitalisme internasional merupakan salah satu factor yang menyebabkan peradaban barat menjadi dominan,selain factor lainnya seperti sains dan teknologi. kapitalisme itu diikuti penaklukan,kolonialisasi, perbudakan,ekspoitasi,perpindahan ekses populasi, serta genosida khususnya di Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Australia.

Dalam hal ini, sepak terjang Indonesia di tingkat internasional serta kebijakan yang diambil atas kondisi yang dihadapi tetap menjadi pertaruhan dalam membawa nasib dan masa depan bangsa dan Negara.

Krisis Global Terhadap Nilai Rupiah

Krisis ekonomi global telah terjebak pada sistem kapitalisme internasional.krisis global yang berawal dari runtuhnya industri keuangan di Amerika Serikat. Mereka yang krisis kita yang ’’hancur-hancuran’’ jatuhnya nilai rupiah akibat runtuhnya industri keuangan di Amerika Serikat yang dipastikan berdampak pada banyak negara, termasuk Indonesia.

Kalau tidak ada upaya sungguh-sungguh maka krisis ekonomi seperti tahun 1998 dipastikan akan terulang lagi.salah satu fakta dari krisis ini dapat kita lihat dari anjlok nya nilai rupiah baru-baru ini yang sempat menembus Rp9600 per dolarnya.saat ini rupiah makin melemah lantas masyarakat memborong dolar maka yang terjadi adalah kepanikan di pasar uang.Di sinilah Bank Indonesia berperan untuk menstabilkan rupiah agar jangan sampai menembus Rp10.000 per dolarnya sebagai ambang batas toleransi. Kalau level Rp 10.000 itu terlewati maka dampaknya akan sangat luar biasa, karena masyarakat tidak akan percaya lagi dengan pemerintah dan Bank Indonesia dan mengakibatkan pertahanan pemerintah ikut rontok,kalau hal itu terjadi maka kehidupan rakyat semakin parah. Sungguh ’apes’ nasib rakyat kecil yang kehidupannya sudah sangat parah sekarang ini bila imbas krisis global sampai menghancurkan perekonomian Indonesia .

Dampak Krisis Global Terhadap Produk Ekspor Indonesia

Krisis global memang membuat banyak pesanan produk ekspor asal Indonesia dihentikan atau ditunda pengirimannya. Tapi di sisi lain, harga sejumlah produk ekspor Indonesia justru naik. Meski demikian, jika krisis global terus berlanjut, bukan tak mungkin daya beli masyarakat luar negeri ikut merosot.

“PENDAPAT SAYA TENTANG KRISIS GLOBAL”

“ Dampak yang paling dirasakan warga Indonesia pada umumnya MENURUNNYA KESEJAHTERAAN....(Kemiskinan).Sudah Terasa ....

perlahan namun PASTI ... Lihat berapa banyak buruh yang dirumahkan, berapa banyak pabrik colaps, berapa banyak investor yang menarik dana ....”

Jadi……………… ?!! .....
tidak dapat di pungkiri imbas dari krisis global sangat besar pengaruhnya bagi siapa saja, terutama kepada pelaku bisnis yang ada di indonesia...

Untuk Itu………….. ?!! .....

“ Dengan adanya krisis global ini seharusnya kita semua sadar bahwa negara kita ini jangan sampai bergantung pada negara adi kuasa,sebenarnya kita harus bangga karena SDA kita lebih baik dari negara lain termasuk adi kuasa. sekarang tergantung SDM nya bagaimana cara mengolah SDA dengan baik. “

“Tiga fokus dalam manajemen proyek”

I. ANGGARAN (COST)

Fungsi Anggaran anggaran pada suatu Proyek merupakan alat untuk membantu manajemen dalam pelaksanaan, fungsi perencanaan, koordinasi, pengawasan dan juga sebagai pedoman kerja dalam menjalankan proyek untuk tujuan yang telah ditetapkan.

Menyiapkan Rencana Anggaran Biaya adalah satu tugas pokok dari Quantity Surveying.Menyiapkan Rencana Anggaran Biaya atas suatu pekerjaan membangun adalah salah satu layanan jasa yang dapat diberikan oleh seorang Quantity Surveyor baik dalam masa pra kontrak maupun post kontrak.


Ada kalanya Pengguna Jasa meminta Quantity Surveying untuk menyediakan Rencana Anggaran Biaya dalam tempo waktu yang singkat yang biasanya pada saat mempelajari kemungkinan-kemungkinan suatu proyek,tetapi terkadang Quantity Surveying diminta menyediakan Rencana Anggaran biaya suatu proyek dengan rinci biasanya pada saat pekerjaan tersebut siap dimulai.


Ada beberapa cara yang dapat dipakai oleh seorang Quantity Surveyor untuk menyiapkan Rencana Anggaran biaya yang diminta Pengguna Jasa di dalam proyek pembangunan sebuah gedung ini.

antara lain :


  • Cara Anggaran Keluasan Lantai

Caranya ialah dengan mengukur luas lantai kasar dari suatu rencana pekerjaan Dengan mengalikan antara panjang dan lebar bagian dalam bangunan dan mengabaikan semua pembatas yang ada didalam bangunan tersebut. Setelah luas didapat Quantity Surveyor perlu mengetahui biaya untuk satu meter persegi yang bisa didapatkan dengan merujuk pada biaya yang berlaku saat itu didaerah tersebut dan pada bangunan yang hampir sama.

  • Cara Unit (Unit Method)

Cara menyiapkan Anggaran biaya dengan metode ini adalah dengan menghitung bagian-bagian bangunan kedalam unit. Dengan kata lain biaya yang dihasilkan nantinya akan bergantung pada jumlah unit dan harga item per unit.

  • Cara Anggaran Kuantiti

Cara ini adalah cara yang paling baik dalam menghitung anggaran biaya rinci karena cara ini mengukur tiap item pekerjaan berdasarkan bentuk, ukuran dan spesifikasinya. Perhitungan seperti ini adalah perhitungan secara detil pada bangunan. Cara ini membutuhkan rencana gambar yang lengkap dan detil.



II. SHCEDULE(JADWAL)

Pengendalian jadwal terutama akan difokuskan kepada jadwal pekerjaan yang bersifat kritis.Keterlambatan penyelesaian pekerjaan kritis akan memperlambat penyelesaian proyek.


Dalam pengendalian jadwal perlu adanya data tentang waktu atau tanggal basis dan tanggal aktual. Tanggal aktual, adalah tanggal dimana tugas secara aktual di mulai dan di selesaikan. Idealnya, tanggal aktual di catat dalam kolom terpisah. Ini akan membuat Anda bisa membandingkan tanggal basis (baseline) dengan tanggal aktual dan kita bisa menghitung ulang jadwal.


Ada beberapa cara yang dapat dipakai untuk menentukan varian atau selisih antara tanggal yang telah kita patokkan dengan tanggal actual atau tanggal tepatnya suatu proyek yang dikerjakan selesai.

  • Mencatat Tanggal
  • Menghitung Durasi
  • Monitoring Patokan

Langkah pendekatan untuk memperoleh kegiatan yang paling pendek (crash)

1. Identifikasi jalur kritis

2. Cari kegiatan-kegiatan dalam jalur kritis yang dapat dilaksanakan secara crash

3. Tentukan waktu baru dan rubah jaringan kerja

4. Periksa kegiatan diluar jalur kritis yang ikut crash


Ketika tanggal mulai dan akhir aktual serta durasi tugas aktual tidak sesuai

dengan jadwal, maka jadwal baru harus di hitung. Urutan dalam pembuatan

jadwal baru tersebut adalah

a. Revisi Jadwa

b. Menyusun Ulang Patokan


III. QUALITY (MUTU)

  • Proses yang tercakup dalam pengendalian mutu adalah kegiatan-kegiatan pengukuran dan penjagaan mutu (quality assurance). Pengukuran mutu berbeda untuk masing-masing jenis proyek
  • Pada masalah mutu yang erat kaitannya dengan proyek dikenal dua macam standar, yaitu, standar umum (general standard) dan yang berhubungan dengan industri (industry related standard).
  • Teknik paling umum untuk penjaminan mutu adalah audit mutu, yang memeriksa produk dan proses secara acak untuk melihat apakah standar mutunya sudah terpenuhi atau belum.
  • Terdapat tiga metode yang sering dijumpai dalam pengendalian sebuah mutu :

a. Pengecekan dan Pengkajian

Hal ini dilakukan terhadap gambar untuk konstruksi, gambar untuk pembelian peralatan, pembuatan maket (model) dan perhitungan yang berkaitan dengan desain engineering. Tindakan tersebut dilakukan untuk mengetahui dan meyakini bahwa kriteria, spesifikasi dan standar yang ditentukan telah dipenuhi.

b. Pemeriksaan/Inspeksi dan Uji Kemampuan Peralatan

Pekerjaan ini berupa pemeriksaan fisik, termasuk menyaksikan uji coba berfungsinya suatu peralatan. Kegiatan ini digolongkan menjadi beberapa hal berikut.

1) Pemeriksaan sewaktu menerima material.

2) Hal ini meliputi penelitian dan pengkajian material, suku cadang dan lain-lain yang baru diterima dari pembelian.

3) Pemeriksaan selama proses pabrikasi berlangsung.

4) Pemeriksaan yang dilakukan selama pekerjaan instalasi berlangsung,

sebelum diadakan pemeriksaan akhir.

5) Pemeriksaan akhir, yaitu, pemeriksaan terakhir dalam rangkapenyelesaian proyek secara fisik atau mekanik.

c. Pengujian dengan Mengambil Contoh

Cara ini dimaksudkan untuk menguji apakah material telah memenuhi spesifikasi atau kriteria yang ditentukan. Pengujian dapat berupa tes destruktif atau nondestruktif yang dilakukan terhadap contoh yang diambil dari obyek yang diselidiki.


Senin, 27 Desember 2010