Iman kepada Malaikat yaitu Yaitu: Beriman terhadap adanya para malaikat dengan keimanan yang pasti tidak disertai dengan keraguan sama sekali.
Ahlussunnah wal Jama’ah mengimani mereka secara global, dan adapun perinciannya adalah yang berdasarkan dalil yang sah, siapa saja yang Allah dan Rosul-Nya shollAllahu ‘alaihi wasallam sebutkan diantaranya seperti: Jibril yang mewakili urusan wahyu, Mika`il yang mewakili urusan hujan, Isrofil yang mewakili urusan peniupan sangkakala, Malaikat Maut yang mewakili urusan pencabutan arwah, Malaikat penjaga neraka, Malaikat Ridhwan penjaga Surga, dan dua Malaikat kubur; Munkar dan Nakir. Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani wujud mereka bahwa mereka adalah hamba Allah yang diciptakan dari cahaya dan berjasad, bukan suatu yang maknawi dan juga bukan merupakan kekuatan yang tersembunyi. Mereka adalah salah satu makhluk Allah dan mereka tinggal di langit. Bentuk Malaikat itu besar dan mempunyai sayap. Di antaranya ada yang mempunyai dua, tiga, empat, dan ada pula yang mempunyai sayap lebih dari itu.
Mereka adalah salah satu dari tentara Allah, mampu menyerupai sesuatu yang lain, dan berbentuk seperti manusia sesuai dengan keadaan yang diizinkan Allah Ta’ala. Mereka itulah makhluk yang dekat kepada Allah dan dimuliakan, tidak berjenis kelamin baik laki-laki ataupun wanita, serta tidak kawin dan tidak pula berketurunan. Para Malaikat tidak makan dan minum, tetapi makanannya adalah tasbih (ucapan Subhanallah) dan tahlil (ucapan Laa Ilaaha Illallah). Mereka tidak pernah merasa bosan, letih, ataupun payah. Mereka disifati dengan kebaikan, keindahan, malu, dan disiplin. Malaikat berbeda dengan manusia karena mereka diciptakan untuk taat dan tidak bermaksiat. Allah menciptakan mereka untuk beribadah kepada-Nya dan melaksanakan perintah-Nya.
Para Malaikat itu bertasbih kepada Allah siang-malam, mereka thawaf di Baitul Ma’mur di langit dan mereka takut kepada Allah.
· Tugas-tugas Malaikat
Di antara Malaikat ada yang bertugas memikul ‘Arsy, menyampaikan wahyu, menjaga gunung, serta menjaga Neraka dan Surga. Ada yang bertugas mencatat perbuatan manusia, mencabut ruh kaum Muslimin dan kaum kafir, serta ada pula yang bertugas memberikan pertanyaan di kubur.
Di antara mereka ada yang bertugas memintakan ampunan bagi kaum Mukmin, mendo’akan, dan mencintai mereka. Ada juga yang bertugas untuk menghadiri majelis ilmu dan mengelilingi mereka dengan sayapsayapnya. Di antaranya ada yang bertugas sebagai qarin (teman) bagi seseorang dan tidak berpisah darinya, ada yang bertugas menyeru para hamba untuk berbuat baik, dan ada yang bertugas menghadiri jenazah orang-orang shalih. Ada pula yang bertugas berperang dengan kaum Muslimin dan meneguhkan mereka dalam jihadnya melawan musuhmusuh Allah.
Di antaranya ada yang bertugas melindungi orang-orang yang shalih dan melapangkan kesulitan-kesulitan mereka. Bahkan, ada yang bertugas mengadzab (orang-orang yang durhaka).
Malaikat tidak akan masuk suatu rumah yang di dalamnya terdapat patung, gambar (foto), anjing, dan lonceng. Mereka merasa terganggu dari hal-hal yang dapat menganggu manusia.
Allah Ta’ala telah menutupi mereka, sehingga kita tidak dapat melihat mereka dalam bentuk aslinya. Akan tetapi, Allah membukanya kepada sebagian hamba-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar