Ahlussunnah wal Jama'ah beriman kepada Allah, dan berkeyakinan dengan keyakinan yang pasti bahwa Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Agung telah menurunkan kitab-kitab atas para rosul-Nya di dalamnya mengandung: Perintahnya-Nya, Janji-Nya tentang nikmat, ancaman-Nya, dan apa yang Allah kehendaki penciptaannya, dan di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya.
Al-Qur-anul Karim merupakan kalam (firman) Rabb semesta alam, Kitab-Nya yang nyata, dan talinya yang kokoh. Allah Ta’ala menurunkannya kepada Rasul-Nya, Muhammad bin ‘Abdullah صلى الله عليه وسلم, agar menjadi pedoman hukum bagi ummat manusia, mangeluarkan mereka dari kegelapan menuju terang benderang, dan sebagai petunjuk bagi mereka kepada jalan yang benar dan lurus.
Allah telah mengabarkan di dalamnya tentang cerita orang-orang zaman dahulu dan akhir serta tentang penciptaan langit dan bumi. Allah telah menjelaskan tentang halal dan haram, dasar-dasar budi pekerti, akhlak, hukum ibadah dan muamalah, sirah (biografi) para Nabi dan orang-orang shalih, balasan bagi kaum Muslimin maupun orang kafir, serta menerangkan sifat-sifat Surga sebagai tempat tinggal kaum Mukminin dan sifat-sifat Neraka sebagai tempat tinggal kaum kafirin. Allah telah menjadikan al-Qur-an sebagai obat bagi penyakit yang ada di dalam jiwa, penjelas bagi segala sesuatu, dan sebagai petunjuk serta rahmat bagi kaum Mukminin.
Wajib bagi semua ummat untuk mengikuti (ajarannya) dan berhukum dengannya bersamaan dengan sunnah yang shahih dari Nabi صلى الله عليه وسلم. Sebab, Allah telah mengutus Rasul-Nya kepada menusia dan jin untuk menjelaskan kepada mereka apa yang telah diturunkan-Nya kepada mereka.
Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani bahwa al-Qur-an adalah Kalamullah, baik huruf ataupun maknanya, berasal dari Allah dan kepada-Nya akan kembali, yang diturunkan, dan bukan makhluk. Allah memfirmankannya dengan sebenar-benarnya dan mewahyukannya melalui Jibril lalu Jibril ‘alaihi wasallam turun dengannya untuk disampaikan kepada Muhammad .صلى الله عليه وسلم.
Al-Qur-anul Karim merupakan mukjizat yang paling besar dan kekal bagi Nabi Muhammad bin ‘Abdullah صلى الله عليه وسلم. Selain itu, al-Qur-an adalah kitab samawi terakhir yang tidak dihapus atau diubah. Allah telah menjamin untuk memeliharanya dari segala bentuk penyelewengan, perubahan, penambahan, dan pengurangan sampai pada suatu hari Allah akan mengangkatnya, yaitu sebelum hari Kiamat.
Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengkafirkan orang yang mengingkari satu huruf darinya atau menambah maupun menguranginya. Atas dasar ini, kita beriman dengan tegas bahwa setiap ayat dari al-Qur-an diturunkan dari sisi Allah dan sampai kepada kita dengan jalan mutawatir yang qath’i (pasti). Al-Qur-anul Karim tidak turun sekaligus kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, tetapi turun secara berangsur-angsur sesuai dengan kejadian atau sebagai jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ataupun sesuai dengan tuntutan keadaan; dalam kurun waktu 23 tahun.
Al-Qur-anul Karim terdiri dari 114 surat, 86 surat di turunkan di Makkah dan 28 surat diturunkah di Madinah. Surat-surat yang diturunkan diMakkah (sebelum hijrah) dinamakan ‚surat-surat Makkiyyah‛, sedangkan surat yang diturunkan di Madinah (sesudah hijrah) dinamakan ‚surat-surat Madaniyyah‛. Di dalam al-Qur-an terdapat 29 surat yang dibuka dengan huruf-huruf yang terputus.
Al-Qur-an sudah ditulis pada zaman Nabi صلى الله عليه وسلمdi bawah pengawasan langsung dari beliau. Penulisan wahyu tersebut ditangani oleh orang-orang ahli dari para Sahabat pilihan RA. Mereka menulis setiap ayat al-Qur-an turun atas perintah Nabi صلى الله عليه وسلم, kemudian dikumpulkan pada zaman Abu Bakar dalam mush-haf, dan pada zaman ‘Utsman RA disatukan dengan menggunakan satu macam huruf (satu dialek).
Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak memperbolehkan penafsiran ayat-ayat al- Qur-an dengan pendapat (logika) semata karena hal itu termasuk mengatakan tentang Allah tanpa dasar ilmu, bahkan hal itu termasuk perbuatan syaitan.
Hendaknya al-Qur-an ditafsirkan dengan al-Qur-an, lalu dengan as-Sunnah, lalu dengan ucapan para Sahabat, kemudian dengan ucapan para Tabi’in, dan kemudian dengan bahasa Arab, yakni al-Qur-an diturunkan dengan bahasa tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar