Jumat, 03 Maret 2017

Akhlak Mulia

Bisakah menjadi sosok yang berakhlak mulia ?

Beberapa ulama berpendapat bahwa akhlak mulia sebagai tabiat alami, artinya tidak bisa dibuat buat karena merupakan karunia Allah. Sedangkan para ulama lain menganggapnya sebagai watak bentukan, artinya ia dapat diraih dengan latihan dan pembiasaan diri secara teratur.

Pada sebagian orang, mulia menjadi tabiat alaminya yang dianugrahkan Allah sehingga tidak diperlukan latihan atau pembiasaan diri untuk bisa berperilaku sesuai akhlak itu. Meski demikian orang yang tidak dikaruniai kelebihan ini tetap bisa meraihnya, asalkan mau berupaya maksimal dalam melawan hawa nafsu dan tekun melatih diri.

Suatu ketika rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada asyaj abdul qais : " sunguh, engkau memiliki dua sifat yang dicintai Allah : murah hati dan sabar."
Asyaj pun bertanya : wahai rasulullah, apakah aku memiliki kedua sifat itu karena pembiasaan diri, atau karena Allah menjadikannya sebagai tabiatku sejak aku diciptakan?"
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam menjawab : " karena Allah menjadikannya sebagai tabiatmu,"
Kemudia  asyaj dengan mendengar jawaban ini bersyukur dan berucap " segala puji bagi Allah yang menganugerahiku dua akhlak yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.

Apakah akhlak bisa dirubah ?
Seandainya akhlak tidak dapat diubah, tentu wasiat agar berbuat baik, nasihat, dan pengajaran adab tidak ada gunanya.

Ini artinya bahwa akhlak pada diri seseeorang mungkin saja dirubah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar