Tidak ada manusia yang suci dan bersih dari kekeliruan,selain rasulullah shallallahu'alihi wassalam. Wajar saja karna manusia memang gudang nya salqh dan lupa. Baik di sengaja ataupun tidak, sebagian kita sering nya menyakiti perasaan orang dan juga menzhalimi orang lain.
Meskipun demikian semua itu tidak akan sampai merusak hubungan apabila setiap kita mudah untuk memaafkan kekeliruan orang lain.
Mudah memaafkan merupakan akhlak yang mulia.
Tidaklah sama antara kebaikan dengan keburukan jadi betapa beruntung nya orang yang mampu untuk memaafkan orang lain. Mampu menutup keburukan dengan kebaikan. Selayaknya kita meminta kemampuan ini kepada Allah.
Abdullah bin Amru menuturkan; seorang laki laki datang kepada nabi seraya menanyakan : " wahaibrasulullah, berapa kali kami harus memqafkan pelayan kami?"
Mendengar hal ini, beliau rasulullah diam saja. Laki laki itu mengulangi pertanyaanya, namun beliau tetap diam. Ketika pertanyaan diulang untuk ketiga kalinya, barulah rasulullah shallallahualaihi wassalam menjawab :
"Maafkanlah dia (meskipun hingga) tujuh puluh kalibsetiap harinya."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar