Selasa, 26 Februari 2013

MANAJEMEN PROYEK


ADA 3 hal Penting di dalam manajemen proyek yaitu : anggaran(cost), quality(kualitas), schedule(jadwal)


Pada tulisan ini saya mengambil topic yaitu sebuah proyek pembangunan suatu gedung sebagai landasan untuk membahas 3 hal penting didalam manajemen proyek tersebut…



ANGGARAN(COST)
Fungsi Anggaran anggaran pada suatu Proyek merupakan alat untuk membantu manajemen dalam pelaksanaan, fungsi perencanaan, koordinasi, pengawasan dan juga sebagai pedoman kerja dalam menjalankan proyek untuk tujuan yang

telah ditetapkan.

Menyiapkan Rencana Anggaran Biaya adalah satu tugas pokok dari Quantity Surveying.Menyiapkan Rencana Anggaran Biaya atas suatu pekerjaan membangun adalah salah satu layanan jasa yang dapat diberikan oleh seorang Quantity Surveyor baik dalam masa pra kontrak maupun post kontrak.

Ada kalanya Pengguna Jasa meminta Quantity Surveying untuk menyediakan Rencana Anggaran Biaya dalam tempo waktu yang singkat yang biasanya pada saat mempelajari kemungkinan-kemungkinan suatu proyek,tetapi terkadang Quantity Surveying diminta menyediakan Rencana Anggaran biaya suatu proyek dengan rinci biasanya pada saat pekerjaan tersebut siap dimulai.
Ada beberapa cara yang dapat dipakai oleh seorang Quantity Surveyor untuk menyiapkan Rencana Anggaran biaya yang diminta Pengguna Jasa di dalam proyek pembangunan sebuah gedung ini.

antara lain :

• Cara Anggaran Keluasan Lantai

Caranya ialah dengan mengukur luas lantai kasar dari suatu rencana pekerjaan Dengan mengalikan antara panjang dan lebar bagian dalam bangunan dan mengabaikan semua pembatas yang ada didalam bangunan tersebut. Setelah luas didapat Quantity Surveyor perlu mengetahui biaya untuk satu meter persegi yang bisa didapatkan dengan merujuk pada biaya yang berlaku saat itu didaerah tersebut dan pada bangunan yang hampir sama.
• Cara Unit (Unit Method)

Cara menyiapkan Anggaran biaya dengan metode ini adalah dengan menghitung bagian-bagian bangunan kedalam unit. Dengan kata lain biaya yang dihasilkan nantinya akan bergantung pada jumlah unit dan harga item per unit.
• Cara Anggaran Kuantiti

Cara ini adalah cara yang paling baik dalam menghitung anggaran biaya rinci karena cara ini mengukur tiap item pekerjaan berdasarkan bentuk, ukuran dan spesifikasinya. Perhitungan seperti ini adalah perhitungan secara detil

pada bangunan. Cara ini membutuhkan rencana gambar yang lengkap dan detil.



SHCEDULE  (JADWAL)

Pengendalian jadwal terutama akan difokuskan kepada jadwal pekerjaan yang bersifat kritis. Keterlambatan penyelesaian pekerjaan kritis akan memperlambat

penyelesaian proyek.

Dalam pengendalian jadwal perlu adanya data tentang waktu atau tanggal basis dan tanggal aktual. Tanggal aktual, adalah tanggal dimana tugas secara aktual di mulai dan di selesaikan. Idealnya, tanggal aktual di catat dalam kolom terpisah. Ini

akan membuat Anda bisa membandingkan tanggal basis (baseline) dengan tanggal

aktual dan Anda bisa menghitung ulang jadwal.
Ada beberapa cara yang dapat dipakai untuk menentukan varian atau selisih antara tanggal yang telah kita patokkan dengan tanggal actual atau tanggal tepatnya suatu proyek yang dikerjakan selesai.

• Mencatat Tanggal

• Menghitung Durasi

• Monitoring Patokan
Langkah pendekatan untuk memperoleh kegiatan yang paling pendek (crash)

1. Identifikasi jalur kritis

2. Cari kegiatan-kegiatan dalam jalur kritis yang dapat dilaksanakan secara crash

3. Tentukan waktu baru dan rubah jaringan kerja

4. Periksa kegiatan diluar jalur kritis yang ikut crash



Ketika tanggal mulai dan akhir aktual serta durasi tugas aktual tidak sesuai

dengan jadwal, maka jadwal baru harus di hitung. Urutan dalam pembuatan

jadwal baru tersebut adalah

a. Revisi Jadwa

b. Menyusun Ulang Patokan



QUALITY (MUTU)
1. Proses yang tercakup dalam pengendalian mutu adalah kegiatan-kegiatan

pengukuran dan penjagaan mutu (quality assurance). Pengukuran mutu

berbeda untuk masing-masing jenis proyek

2. Pada masalah mutu yang erat kaitannya dengan proyek dikenal dua macam

standar, yaitu, standar umum (general standard) dan yang berhubungan

dengan industri (industry related standard).

3. Teknik paling umum untuk penjaminan mutu adalah audit mutu, yang

memeriksa produk dan proses secara acak untuk melihat apakah standar

mutunya sudah terpenuhi atau belum.

5.Terdapat tiga metode yang sering dijumpai dalam pengendalian sebuah mutu :


a. Pengecekan dan Pengkajian

Hal ini dilakukan terhadap gambar untuk konstruksi, gambar untuk

pembelian peralatan, pembuatan maket (model) dan perhitungan yang

berkaitan dengan desain engineering. Tindakan tersebut dilakukan untuk

mengetahui dan meyakini bahwa kriteria, spesifikasi dan standar yang

ditentukan telah dipenuhi.

b. Pemeriksaan/Inspeksi dan Uji Kemampuan Peralatan

Pekerjaan ini berupa pemeriksaan fisik, termasuk menyaksikan uji coba

berfungsinya suatu peralatan. Kegiatan ini digolongkan menjadi beberapa

hal berikut.

1) Pemeriksaan sewaktu menerima material.

2) Hal ini meliputi penelitian dan pengkajian material, suku cadang dan

lain-lain yang baru diterima dari pembelian.

3) Pemeriksaan selama proses pabrikasi berlangsung.

4) Pemeriksaan yang dilakukan selama pekerjaan instalasi berlangsung,

sebelum diadakan pemeriksaan akhir.

5) Pemeriksaan akhir, yaitu, pemeriksaan terakhir dalam rangka

penyelesaian proyek secara fisik atau mekanik.


c. Pengujian dengan Mengambil Contoh

Cara ini dimaksudkan untuk menguji apakah material telah memenuhi

spesifikasi atau kriteria yang ditentukan. Pengujian dapat berupa tes

destruktif atau nondestruktif yang dilakukan terhadap contoh yang

diambil dari obyek yang diselidiki.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar