Kamis, 30 Desember 2010

“Tiga fokus dalam manajemen proyek”

I. ANGGARAN (COST)

Fungsi Anggaran anggaran pada suatu Proyek merupakan alat untuk membantu manajemen dalam pelaksanaan, fungsi perencanaan, koordinasi, pengawasan dan juga sebagai pedoman kerja dalam menjalankan proyek untuk tujuan yang telah ditetapkan.

Menyiapkan Rencana Anggaran Biaya adalah satu tugas pokok dari Quantity Surveying.Menyiapkan Rencana Anggaran Biaya atas suatu pekerjaan membangun adalah salah satu layanan jasa yang dapat diberikan oleh seorang Quantity Surveyor baik dalam masa pra kontrak maupun post kontrak.


Ada kalanya Pengguna Jasa meminta Quantity Surveying untuk menyediakan Rencana Anggaran Biaya dalam tempo waktu yang singkat yang biasanya pada saat mempelajari kemungkinan-kemungkinan suatu proyek,tetapi terkadang Quantity Surveying diminta menyediakan Rencana Anggaran biaya suatu proyek dengan rinci biasanya pada saat pekerjaan tersebut siap dimulai.


Ada beberapa cara yang dapat dipakai oleh seorang Quantity Surveyor untuk menyiapkan Rencana Anggaran biaya yang diminta Pengguna Jasa di dalam proyek pembangunan sebuah gedung ini.

antara lain :


  • Cara Anggaran Keluasan Lantai

Caranya ialah dengan mengukur luas lantai kasar dari suatu rencana pekerjaan Dengan mengalikan antara panjang dan lebar bagian dalam bangunan dan mengabaikan semua pembatas yang ada didalam bangunan tersebut. Setelah luas didapat Quantity Surveyor perlu mengetahui biaya untuk satu meter persegi yang bisa didapatkan dengan merujuk pada biaya yang berlaku saat itu didaerah tersebut dan pada bangunan yang hampir sama.

  • Cara Unit (Unit Method)

Cara menyiapkan Anggaran biaya dengan metode ini adalah dengan menghitung bagian-bagian bangunan kedalam unit. Dengan kata lain biaya yang dihasilkan nantinya akan bergantung pada jumlah unit dan harga item per unit.

  • Cara Anggaran Kuantiti

Cara ini adalah cara yang paling baik dalam menghitung anggaran biaya rinci karena cara ini mengukur tiap item pekerjaan berdasarkan bentuk, ukuran dan spesifikasinya. Perhitungan seperti ini adalah perhitungan secara detil pada bangunan. Cara ini membutuhkan rencana gambar yang lengkap dan detil.



II. SHCEDULE(JADWAL)

Pengendalian jadwal terutama akan difokuskan kepada jadwal pekerjaan yang bersifat kritis.Keterlambatan penyelesaian pekerjaan kritis akan memperlambat penyelesaian proyek.


Dalam pengendalian jadwal perlu adanya data tentang waktu atau tanggal basis dan tanggal aktual. Tanggal aktual, adalah tanggal dimana tugas secara aktual di mulai dan di selesaikan. Idealnya, tanggal aktual di catat dalam kolom terpisah. Ini akan membuat Anda bisa membandingkan tanggal basis (baseline) dengan tanggal aktual dan kita bisa menghitung ulang jadwal.


Ada beberapa cara yang dapat dipakai untuk menentukan varian atau selisih antara tanggal yang telah kita patokkan dengan tanggal actual atau tanggal tepatnya suatu proyek yang dikerjakan selesai.

  • Mencatat Tanggal
  • Menghitung Durasi
  • Monitoring Patokan

Langkah pendekatan untuk memperoleh kegiatan yang paling pendek (crash)

1. Identifikasi jalur kritis

2. Cari kegiatan-kegiatan dalam jalur kritis yang dapat dilaksanakan secara crash

3. Tentukan waktu baru dan rubah jaringan kerja

4. Periksa kegiatan diluar jalur kritis yang ikut crash


Ketika tanggal mulai dan akhir aktual serta durasi tugas aktual tidak sesuai

dengan jadwal, maka jadwal baru harus di hitung. Urutan dalam pembuatan

jadwal baru tersebut adalah

a. Revisi Jadwa

b. Menyusun Ulang Patokan


III. QUALITY (MUTU)

  • Proses yang tercakup dalam pengendalian mutu adalah kegiatan-kegiatan pengukuran dan penjagaan mutu (quality assurance). Pengukuran mutu berbeda untuk masing-masing jenis proyek
  • Pada masalah mutu yang erat kaitannya dengan proyek dikenal dua macam standar, yaitu, standar umum (general standard) dan yang berhubungan dengan industri (industry related standard).
  • Teknik paling umum untuk penjaminan mutu adalah audit mutu, yang memeriksa produk dan proses secara acak untuk melihat apakah standar mutunya sudah terpenuhi atau belum.
  • Terdapat tiga metode yang sering dijumpai dalam pengendalian sebuah mutu :

a. Pengecekan dan Pengkajian

Hal ini dilakukan terhadap gambar untuk konstruksi, gambar untuk pembelian peralatan, pembuatan maket (model) dan perhitungan yang berkaitan dengan desain engineering. Tindakan tersebut dilakukan untuk mengetahui dan meyakini bahwa kriteria, spesifikasi dan standar yang ditentukan telah dipenuhi.

b. Pemeriksaan/Inspeksi dan Uji Kemampuan Peralatan

Pekerjaan ini berupa pemeriksaan fisik, termasuk menyaksikan uji coba berfungsinya suatu peralatan. Kegiatan ini digolongkan menjadi beberapa hal berikut.

1) Pemeriksaan sewaktu menerima material.

2) Hal ini meliputi penelitian dan pengkajian material, suku cadang dan lain-lain yang baru diterima dari pembelian.

3) Pemeriksaan selama proses pabrikasi berlangsung.

4) Pemeriksaan yang dilakukan selama pekerjaan instalasi berlangsung,

sebelum diadakan pemeriksaan akhir.

5) Pemeriksaan akhir, yaitu, pemeriksaan terakhir dalam rangkapenyelesaian proyek secara fisik atau mekanik.

c. Pengujian dengan Mengambil Contoh

Cara ini dimaksudkan untuk menguji apakah material telah memenuhi spesifikasi atau kriteria yang ditentukan. Pengujian dapat berupa tes destruktif atau nondestruktif yang dilakukan terhadap contoh yang diambil dari obyek yang diselidiki.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar